Skip to main content
Papan Merek yang Dipasang IAIN Bengkulu di Halaman Rumah Waman Papan Merek yang Dipasang IAIN Bengkulu di Halaman Rumah Waman

‘Teror’ Masyarakat Pemilik Tanah, IAIN ‘Jual’ Pemerintah

Bengkulu, tobokito.com­ – Guna bisa ‘Menguasai’ secara total tanah yang dalam tanda ‘Kutif’ Sengketa. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, terindikasi menggunakan berbagai macam cara termasuk diantaranya melakukan ‘Teror’ terhadap Pemilik tanah dengan ‘Menjual’ atasnama Pemerintah.

Indikasi ‘Teror’ itu terbukti dengan jelas di ‘Papan Merek’ yang dipasang oleh IAIN dibeberapa titik, salah satunya di halaman Rumah  Waman, 53 tahun, di Kawasan Raden Patah, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Bengkulu, dengan tulisan; Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia, Cq Institut Agama Islan Negeri, Berdasarkan SHP 00008 dan 00009 Tahun 1999, Luas 735.840 M2, dalam pengawasan Law Pirm Hilman Winoto & Pertners.

Salah seorang keluarga dekat Waman, Erlan Oktriandi ST SH MH, yang juga adalah Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bengkulu, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa IAIN Bengkulu ada memasang Papan Merek di halaman Rumah Waman.

“Ini potonya. Poto ini saya terima dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Selebar,” kata Erlan, seraya menunjukan Poto Papan Merek tersebut yang ‘Terekam’ dengan jelas di telepon Seluler.

Terpisah, salah seorang pakar Bahasa Indonesia yang meminta tak ditulis namanya dengan alasan tidak mau ‘Terlibat’ atau ‘Dilibatkan’ dalam perkara Sengketa tanah antara IAIN dengan masyarakat, ketika diminta bantuan untuk ‘Menterjemahkan’ makna ‘Cq’, menjelaskan, bahwa ‘Cq’ adalah merupakan singakatan dari ‘Casu Quo’, frasa Bahasa Latin yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi beberapa ‘Arti’,  diantaranya adalah  dalam hal ini’  dan ‘lebih spesifik lagi’.

Dengan demikian, menurut dia, Tulisan ‘Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia ‘Cq’ Institut Agama Islam Negeri’, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia bermakna ‘Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia ‘dalam hal ini’ (milik) Institut Agama Islam Negeri. Atau bisa juga, ‘Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia ‘Cq’ Institut Agama Islam Negeri’ yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia bermakna ‘Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia ‘lebih spesifik lagi’ (milik) Institut Agama Islam Negeri.

Di tempat berbeda, sumber lain menyebutkan, bahwa dengan kalimat tersebut IAIN Bengkulu sepertinya berusaha memberikan semacam “Peringatan’ kepada masyarakat ‘Pemilik’ tanah Sengketa, dengan mengatakan; bahwa Tanah yang mereka ‘Klaim’ atau ‘Kuasai’ adalah Tanah Pemerintah Republik Indonesia (Negara) ‘dalam hal ini’ (milik) Institut Agama Islam Negeri atau ‘lebih spesifik lagi’ (milik) Institut Agama Islam Negeri.

“Jika kalimat itu dimaknai secara cermat, memang ada indikasi untuk ‘Menakut-Nakuti’ masyarakat. Hanya saja kita tidak tahu pasti siapa yang merancang kalimat di papan Merek tersebut, apakah murni IAIN atau Pengacaranya (Law Pirm Hilman Winoto & Pertners),” papar sumber, yang juga menolak ditulis indentitasnya.

Sumnber itu menambahkan, bahwa ‘Cq’ pada dasarnya hanya bisa digunakan pada suatu hubungan yang bersifat ‘Hierarkis’. Sebagai contoh; Kepada Gubernur Bengkulu ‘Cq’ Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Atau Kepada Menteri Dalam Negeri ‘Cq’ Direktorat Jenderal Otonomi Daerah.

“Sedangkan IAIN (Bengkulu), adalah lembaga Pendidikan yang sama sekali tidak memiliki hubungan yang bersifat ‘Hierarkis’ dengan Pemerintah Republik Indonesia, sehingga tidak memiliki Hak untuk menyatakan Pemerintah Republik Indonesia ‘Cq’ Institut Agama Islam Negeri. Itu pemahaman saya,” papar sumber.

Seperti diketahui, kalimat lain yang tertulis pada Pepan Merek Tanah Ini Milik Pemerintah Republik Indonesia, Cq Institut Agama Islan Negeri, Berdasarkan SHP 00008 dan 00009 Tahun 1999, Luas 735.840 M2, dalam pengawasan Law Pirm Hilman Winoto & Pertners, adalah SHP yang sepertinya menjadi semacam ‘Senjata’ pamungkas untuk mengakui bahwa tanah tersebut adalah milik IAIN Bengkulu.

Di Indonesia sendiri, dikenal beberapa jenis (Sertipikat) Hak atas tanah antara lain (Sertipikat) Hak Milik/SHM, (Sertipikat) Hak Guna Usaha/HGU, (Sertipikat) Hak Guna Bangunan/HGB dan (Sertipikat) Hak Pakai/SHP.

Pengertian SHP atau Sertipikat Hak Pakai, yaitu Hak untuk ‘Menggunakan’ dan/atau ‘Memungut’ hasil dari tanah yang ‘Dikuasai’ langsung oleh ‘Negara’ atau tanah ‘Milik Orang Lain’ yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh Pejabat berwenang.

Artinya, pemegang Sertipikat Hak Pakai 00008 dan 00009 Tahun 1999 yang ‘Katanya’ adalah IAIN Bengkulu, kalau tokh itu memang benar adanya maka bukan berarti IAIN Bengkulu berhak menyatakan sebagai ‘Pemilik’ atas tanah tersebut.

Sebab yang berhak menyatakan sebagai “Pemilik’ atas tanah tersebut adalah ‘Pihak’ yang ‘Memberikan’ Hak Pakai atas tanah kepada IAIN Bengkulu, misalnya Negara dalam hal ini tentu saja adalah Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Sayangnya, terkait berita ini tobokito.com belum berhasil mendapatkan Konfirmasi Hak Jawab terutama dari Kuasa Hukum IAIN Bengkulu, dalam hal ini Law Pirm Hilman Winoto & Pertners.(red/tim).

Facebook comments

Adsense Page