Skip to main content
Kepala BWSS VII Bengkulu, Abustian, bersama Jajaran saat Berdialog dengan Perwakilan Konsorsium LSM (foto/bengkuluinterkatif.com) Kepala BWSS VII Bengkulu, Abustian, bersama Jajaran saat Berdialog dengan Perwakilan Konsorsium LSM (foto/bengkuluinterkatif.com)

Terindikasi ‘Ditekan’, Pokja Tetapkan PT Adhityamulya Mitra Sejajar Pemenang

Bengkulu, tobokito.com- Terindkasi berada dalam ‘Tekanan’, Pokja 4 ULP Bengkulu sepertinya ‘Dipaksa’ Menetapkan PT Adhityamulya Mitra Sejajar, perusahaan ‘Bermasalah’ saat mengerjakan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Air Seluma tahun anggaran 2018, menjadi Pemenang Tender di Paket yang sama Tahun Anggaran 2019.

       Demikian antara lain ‘Analisa’ para Petinggi Konsorsium Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Provinsi Bengkulu, yang juga pernah berkirim Surat kepada Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Kementrian PUPR Wilayah Bengkulu, terkait adanya dugaan Pelanggaran Perpres Nomor 16 Tahun 2018 pada proses tender di BWSS VII (Balai Wilayah Sungai Sumatera VII) Bengkulu Tahun Anggaran 2019. “  Sebab kalau pada Kondisi dan Situasi normal, sepertinya tidak masuk ‘Akal Sehat’ Pokja senekat itu menetapkan PT Adhityamulya Mitra Sejajar yang sudah jelas-jelas Bermasalah saat mengerjakan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Seluma tahun anggaran 2018, menjadi Pemenang Tender pada paket proyek yang sama Tahun Anggaran 2019. Apalagi masalahnya ketika itu tidak main-main, lo.  Setelah mencairkan Uang Muka senilai 20 persen dari total nilai Kontrak sebesar Rp. 9,79 miliar, atau diperkirakan sebesar Rp.1,6 miliar setelah dipotong Pajak, menurut mayarakat setempat, Perusahaan tersebut ‘Kabur’ dan membiarkan proyek menjadi ‘Terbengkalai,” kata Syaiful Anwar, Koordinator Umum Konsorsium LSM, kepada tookkito.com.  Dia juga menceritakan, bahwa sebelum Konsorsium LSM bersama masyarakat Seluma melakukan Demo ke BWSS VII Bengkulu terkait diterbengkalaikannya Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Seluma tahun anggaran 2018 pada 17 September 2018, dua bulan sebelumnya 52  Kelompok Tani yang terkena dampak pengeringan Saluran Irigasi oleh PT Adhityamulya Mitra Sejajar mendatangani DPRD Kabupaten Seluma. Para petani itu meminta DPRD bisa mencarikan solusi, karena mereka tidak bisa turun ke sawah akibat areal persawahannya kekeringan.

         Menjawab pertanyaan tentang ‘Analisa’ para Petinggi Konsorsium LSM bahwa ada Indikasi Pokja ‘Ditekan’ atau ‘Tertekan’ dalam nenetapkan PT Adhityamulya Mitra Sejajar sebagai Pemenang Tender, menurut Syaiful, Ketua dan Anggota Pokja adalah ASN (Aparatur Sipil Negara) yang pola fikirnya tentu saja tidak ‘Bodoh’ sehingga tidak bisa Membedakan mana yang Benar dan mana yang Salah dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai abdi Negara dan abdi Masyarakat. “ Sebab jika terbukti atau dapat dibuktikan melakukan kesalahan, terlalu besar Resiko yang dipertaruhkan oleh ASN. Selain akan terkena Sanksi Administrasi sesuai Peraturan Perundang-Undangan, juga bukan tidak mungkin bisa tidur dibalik ‘Jeruji Besi’ alias masuk Penjara jika kesalahannya berpotensi diproses secara hukum. Dampaknya bukan hanya mereka yang akan Sengsara, tetapi juga Anak, Istri atau Keluarga. Dan saya yakin Ketua dan  Anggota Pokja tahu itu. Jadi agak aneh saja kalau kita berpendapat bahwa yang dilakukan oleh Pokja 4 ULP Bengkulu, khususnya dalam menetapkan PT Adhityamulya Mitra Sejajar sebagai Pemenang Tender, adalah merupakan ‘Dediksi’ mereka sebagai ASN dalam melaksanakan proses Tender dengan baik dan benar sesuai SE Menteri PUPR dan Perpres Nomor 16 tahun 2018,” jelas Syaiful Anwar. “ Ironisnya, apa yang dilakukan Pokja diyakini bukan untuk kepentingan mereka, tetapi diduga untuk kepentingan pihak tertentu yang .berkolaborasi dengan ‘Penguasa’ yang punya kewenangan Mengendalikan Pokja,” tambahnya.  

       Saat disinggung kemungkinan Pokja tidak tahu jika proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Seluma tahun anggaran 2018 yang dikerjakan oleh PT Adhityamulya Mitra Sejajar pernah ‘Diterbengkalaikan’, sehingga perusahaan itu kembali Dimenangkan dalam Tender untuk paket proyek yang sama tahun anggaran 2019,  dengan spontan Syaful menjawab; Tidak Mungkin !!! “ Ketua dan anggota Pokja 4 ULP Bengkulu adalah bawahan Kepala BWSS VII Bengkulu, Abustian. Ketika kami bersama masyarakat Seluma melakukan aksi Demo di BWSS VII Bengkulu dan menutut Kepala Balai Mundur terkait proyek tersebut.pada 17 September 2018. yang menerima Perwakilan kami untuk berdialog adalah Abustian.  Jadi tidak ada kata Tidak Tahu. Harus Tahu. Paling tidak harus/sudah diberi tahu oleh Abustian dalam kapasitasnya sebagai atasan, dong. Apalagi ketika itu (saat berdialog) Abustian berjanji tidak akan memberi lagi PT Adhityamulya Mitra Sejajar proyek,” jelas Syaiful Anwar. Ketika ditanya apakah mungkin dalam menentukan Pemenang Tender Pokja ‘Bermain’ sendiri, dengan lantang Syaful mengatakan; Sangat dan Sangat Tidak Mungkin. “ Mereka (Pokja) hanya semacam ‘Boneka’,” tuturnya.

        Terpisah, sumber lain mengungkapkan, bahwa waktu pelaksanaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Seluma tahun anggaran 2018 yang dikerjakan PT Adhityamulya Mitra Sejajar adalah 240 hari Kelender,  terhitung sejak Kontrak ditandatangani pada 28 Pebruari 2018  dan berakhir pada 5 Nopember 2018. Saat dananya dicairkan 100 persen, diyakini pekerjaan fisiknya belum mencapai 100 persen karena pada Desember 2018 masih dikerjakan. Oleh karenanya menurut prediksi Sumber, saat mencairkan dana 100 persen ada dugaan terjadi Rekayasa Berita Acara PHO (serah terima pertama) yang dibuat seolah-olah pekerjaan sudah 100 persen selesai. “ Tentang apa pertimbangan para pihak yang bertanggungjawab atas proyek tersebut bersedia menandatangani Berita Acara pencairan dana 100 persen yang direkayasa, ada informasi yang berkembang di BWSS VII Bengkulu jika mereka juga berada dalam ‘Tekanan’. Terakit siapa yang ‘Menekan’, tentunya anda (wartawan) lebih piawai untuk mencari tahu ,” ujar si sumber yang meminta tak ditulis namanya, seraya menyerahkan Poto Kopi Berkas proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Seluma tahun anggaran 2018. Tentang bagaimana kelanjutan cerita dugaan PHO rekayasa, tim tobokito.com masih tgerus berusaha menyelusuri guna mendapat data-data tambahan.(red/02)

 

Facebook comments

Adsense Page