Skip to main content
Pelantikan SMSI Provinsi Bengkulu, Senin (02/10/2017) Pelantikan SMSI Provinsi Bengkulu, Senin (02/10/2017)

Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Bengkulu Resmi Dikukuhkan

Keberadaan media online sekarang bukan merupakan media alternatif, namun telah masuk dalam kelas media mainstream. Dengan posisi demikian, media online juga diminta untuk memberikan dampak positif ditengah masyarakat, bukan sebaliknya. Hal ini disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, saat menghadiri pengukuhan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu.

“Memang dibutuhkan satu format, aturan regulasi yang jelas dan memiliki kode etik. Sehingga nanti informasi disampaikan terarah. Karena satu berita diterbitkan, itu tidak bisa distop lagi dan pengaruhnya itu bisa sampai ke lapis bawah,” jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Senin (02/10).

Selain itu, pemanfaatan media online yang sudah banyak dimanfaatkan masyarakat, yakni telah menembus angka 112 juta lebih. Sehingga kedepan media online juga perlu berbenah dan memberikan informasi menarik lainnya, tidak hanya berita pemerintahan dan kriminal semata.

“Artinya keberadaan media seperti ini jelas sangat efektif, efisien, cepat dan juga murah,” ungkap Rohidin Mersyah.

Ketua Umum SMSI Pusat Tegus Santosa mengatakan, tugas utama anggota SMSI hingga tahun depan fokus dalam pendataan dan ferifikasi media online, termasuk SMSI Bengkulu juga diwajibkan untuk melakukan hal tersebut. Pasalnya dari 21 media online yang ada di Bengkulu, hanya 14 media yang tersertifikasi.

“Jadi memang pekerjaan utama SMSI adalah isi dulu bangunannya itu. Selain itu urusan SMSI bukan hanya produk jurnalistik, tapi juga membangun perusahaan yang sehat secara ekonomi serta bermartabat,” terang Tegus Santosa yang juga merupakan pimpinan Rakyat Merdeka Online.

Sementara anggota SMSI merupakan perusahaan yang harus profesional dan wajib bertanggungjawab atas apa yang diberitakan. Selanjutnya, anggota SMSI kedepan bisa menjadi salah satu lokomotif pembangunan bagi daerah.

“Jadi kalau memang ada media yang tidak ingin menjadi perusahaan media profesional, ya mohn maaf tidak bisa bergabung dengan SMSI,” tutup Tegus Santosa.

Untuk kepengurusan SMSI Bengkulu, jabatan ketua dipercayakan kepada Rahimandani, Wibowo Susilo sebagai Sekretaris dan Erlan Oktriandi sebagai Bendahara. (Rian-Media Center Pemprov Bengkulu)

Facebook comments

Related News

Adsense Page