Skip to main content
Ketua Bawaslu Kota Bengkulu Rayendra Pirasad SHI Ketua Bawaslu Kota Bengkulu Rayendra Pirasad SHI

Rekomendasi ‘Mandul’, Bawaslu tak Berkutik

Bengkulu – Rekomendasi Bawaslu Kota Bengkulu tentang dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu Calon anggota DPRD Kota Bengkulu, Nuzuludin, oleh KPU Kota Bengkulu dibuat ‘Mandul’, Bawaslu Kota Bengkulu tak Berkutik.

Demikian ditegaskan para Petinggi LSM Yasrindo, Lembaga Swadaya Masyarakat yang pertama kali ‘Membongkar’ adanya dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu tersebut, begitu mereka mengatahui KPU Kota Bengkulu menetapkan 35 anggota DPRD Kota Bengkulu terpilih, termasuk Nuzuludin.

“Untuk itu, kami sudah menentukan sikap yang tidak dapat ditawar-tawar, bawa besok, Rabu, 24 Juli 2019, kami akan melaporkan KPU Kota Bengkulu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” tegas Sekretaris LSM Yasrindo, Samson Marwan, kepada Pemimpin Redaksi tobokito.com, Chairuddin, MDK, di Bengkulu.

Seperti diketahui, KPU Kota Bengkulu memastikan akan menetapkan Nuzuludin sebagai anggota Dewan terpilih, meskipun yang bersangkutan sebelumnya diduga telah melakukan pelanggaran Pemilu. "Ya, tetap akan kita tetapkan sebagai caleg terpilih," kata Ketua KPU Kota Bengkulu, Zaini, sebagaimana dikutif  RMOLBengkulu, Senin (22/7/19).

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Bengkulu, Rayendra Pirasad, kepada Wartawan tobokito.com,  di ruang kerjanya mengatakan, bahwa persoalan Nuzuludin ditetapkan oleh KPU (sebagai calon terpilih) Ranahnya berbeda,

"Terkait temuan Bawaslu kita sudah menindaklanjuti dan sudah direkomendasikan. Keputusan upaya hukum Nuzuludin juga sudah keluar, dan itu silahkan KPU yang menyikapi," ujar Rayendra.

Sementara itu, Samson mengungkapkan, bahwa pada  23 Mei 2019 Yasrindo menyampaikan laporan  tertulis kepada Bawaslu Kota Bengkulu terkait adanya Indikasi Caleg menyalahi Aturan PKPU RI (Rangkap Jabatan), melalui Surat Nomor: 097/LP/LSM-Yasrindo/V/ 2019 tanggal 9 Mei 2019.

“Hanya saja, menurut Bawaslu Kota Bengkulu, ketika itu,  bahhwa laporan Yasrindo sudah melewati Batas Waktu sebagaimana diatur Peraturan Perundang-undangan. Selanjutnya, Bawaslu Kota Bengkulu menjadikan Laporan Yasrindo  sebagai Temuan Bawaslu berdasarkan Informasi awal dari Pelapor,” jelas Samson.

Ia menambahkan, sebagai tindaklanjut temuan tersebut Bawaslu Kota Bengkulu berkirim Surat PEMBERITAHUAN TENTANG STATUS TEMUAN  ditujukan kepada KPU Kota Bengkulu, dengan Penemu Rayendra Pirasat SHI, Mico Yudhistira, SH dan Shanti Yudharini SE. Sementara terlapor Sdr. Nuzuludin SE, Caleg Anggota DPRD Kota Bengkulu Partai Gerindra Nomor Urut 4 Dapil 3 Singgaran Pati – Gading Cempaka Kota Bengkulu.

“Sedangkan bentuk temuannya adalah melanggar Pasal 240 Ayat (1) hurp k dan m jo Pasal 7 Ayat (1) hurup o PKPU Nomor 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten/Kota, dengan Catatan Alasan Ditindaklanjuti karena Temuan Merupakan Pelanggaran Adminstrasi Pemilu,” papar Samson.

Menjawab pertanyaan tentang laporannya ke DKPP, Samson menyebutkan, bahwa dia hanya berharap agar Pemilu Legislatif tidak dicemari dengan berbaai pelanggaran apapun bentuknya.

“Untuk berperkara di DKPP, saya sudah siapkan Pengacara,” ujarnya.(red/imam)

Facebook comments

Adsense Page