Skip to main content
Kadis Sosial Kab. Rejang Lebong, Zulfan Efendi MM Kadis Sosial Kab. Rejang Lebong, Zulfan Efendi MM

Rejang Lebong Dipercaya Melaksanakan Bantuan Pangan Non Tunai

REJANG LEBONG - Di Provinsi Bengkulu, baru Kabupaten Rejang Lebong yang dipercaya Kementerian Sosial RI, melaksanakan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kecuali Kota Bengkulu, kabupaten lainnya masih melaksanakan penyaluran sistem Program Bantuan Subsidi Rastra,” kata Kadis Sosial Kab. Rejang Lebong, Zulfan Efendi MM, disela-sela kegiatan Launching KKS-BPNT dan Penyerahan Secara Simbolis KKS-BPNT di Kab. Rejang Lebong, Jumat (25/5/2018).

Penerima bersumberkan dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos RI, data keluarga penerima manfaat BPNT Kab. Rejang Lebong 2018 berjumlah 18.455 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang terdiri dari penerima PKH sebanyak 12.206 KPM dan Data Non PKH sebanyak 6.249 KPM.

“Namun, setelah diverifikasi validasi, dilapangan ditemukan ada yang sudah meninggal dunia, kemudian pindah dan tidak ditemukan saat verifikasi validasi, sehingga menjadi 17.061 KPM se Kabupaten Rejang Lebong,” tutur Zulfan.

Program BPNT merupakan pengganti Bansos Rastra, dimana para penerima akan mendapatkan bantuan melalui rekening BRI sebesar Rp. 110.00, yang hanya bisa ditukarkan dengan beras dan telur.

Untuk penyaluran melalui E-Warung sebanyak 10 titik, Rumah Pangan Kita (RPK) 9 titik dan agen BRILink sebanyak 46 titik, tersebar di 15 kecamatan.

“Program ini bertujuan mensejahterakan masyarakat lewat kecukupan pangan yang sehat, sehingga dipilih beras dan telur. Kualitas beras premium dari Bulog dan telur juga kualitas yang segar,” tambah Zulfan.

Sementara itu, Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari, mengatakan Camat, Kades dan Lurah diharapkan dapat mengawal program ini, jangan sampai ada warga sudah tidak layak tetapi masih menerima program seperti ini, dan begitu juga sebaliknya.

Masalah sosial muncul dari terlalu banyaknya manusia, sehingga diharapkan agar dapat mengendalikan tingkat kelahiran.

“Idealnya saat mengurus kelurga harus dalam keadaan berkecukupan, seperti cukup sandang, cukup pangan dan cukup papan serta cukup ilmu. Agar dikemudian hari generasi kita tidak menjadi beban orang lain,” tutup Iqbal.(ded) 

 

Facebook comments

Adsense Page