Skip to main content
Pansus rapat perdana soal Raperda perubahan status BUMD Bimex Pansus rapat perdana soal Raperda perubahan status BUMD Bimex

Perdana, Pansus Perubahan Status Bimex Gelar Rapat

BENGKULU, tobokito.com – Senin (22/6/2020) Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang perubahan status Bengkulu Impor Expor (Bimex) dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Persero DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat perdana.

Opsi-opsi yang muncul dalam bahasan rapat perdana ini terkait PD Bimex antara lain dilikuidasi atau dibubarkan.

Demikian dikatakan Ketua Pansus DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwasanya pansus masih bekerja dahulu untuk melihat dan mendengarkan secara detail usulan Raperda ini.

“Yang jelas eksekutif yang mengusulkan perubahan Raperda itu tidak salah. Karena mereka sudah melalukan audit pada tahun 2015, dan syaratnya audit itu dilakukan setahun sebelum pembahasan.

Masalahnya, lanjut dia, kenapa raperda tersebut baru dibahas pada tahun ini.

“Seharusnya sudah selesai tahun 2017 lalu saat DPRD Provinsi periode sebelumnya,” imbuhnya dia.

Yurman Hamedi
Yurman Hamedi

Hal itu juga disampaikan salah satu anggota Pansus Yurman Hamedi. Dia mengatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Bengkulu lebih baik dilikuidasi atau dibubarkan.

Hanya saja, kata anggota dewan provinsi dari Perindo ini, pembubaran tidak bisa dilakukan begitu saja karena harus melewati pembahasan.

“Jadi, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita untuk membahasnya,” kata dia.

Menurut dia, daripada merubah status PD Bimex. Pemerintah Provinsi Bengkulu lebih baik membuat BUMD baru yang berbadan hukum Perseroan Terbatas.

Terlebih, keberadaan BUMD itu sendiri untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi tidak perlu repot-repot lagi membahas perubahan Raperda tersebut, yang tentunya bakal menghabiskan waktu dan biaya,” ujarya

Faktanya, tambah dia, selama perjalanannya, PD Bimex hanya menghasilkan PAD sebesar Rp 15 juta setahun.

“Ini tidak masuk logika. Saya rasa dengan berjualan gorengan saja, Rp 15 juta bisa saja terkumpul dalam setahun,” tandasnya. (Adv)

Facebook comments

Adsense Page