Skip to main content

Pemprov Optimis Ekonomi Bengkulu Tumbuh

BENGKULU - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan pertama di tahun ini masih stagnan.

Dimana, dirinya memprediksi hingga akhir tahun ini ekonomi Provinsi Bengkulu akan tumbuh berkisar pada angka 4,9 persen hingga 5,1 persen, tidak jauh beda pada tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan lebih jauh (meningkat) dari yang kami perkirakan. Tapi bestline atau porbalitasnya memang yang paling kuat itu berkisar 4,9 hingga 5,1 persen ditahun 2018 ini,” sebut Endang Kurnia, di Bengkulu, Senin (26/3/2018).

Masih pada angka 4,9 hingga 5,1 persen tersebut, menurutnya, dikarenakan adanya permasalahan ekonomi Provinsi Bengkulu saat ini relatif belum tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Kemudian, lanjutnya, ekspor Bengkulu ini masih tergantung pada segi komoditas. Dimana, produktifitas komoditas untuk ekspor juga belum begitu memadai, walaupun permintaan untuk ekspor tersebut masih ada.

Namun dari semua itu, pihaknya yakin, di tahun ini harga komoditas akan membaik dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu sedikit meningkat, terlebih lagi adanya alokasi dana untuk belanja modal dari pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mengalokasikan dana untuk belanja modal yang lebih baik. Ekonomi Bengkulu akan tumbuh walaupun masih berkisar 4,9 sampai 5,1 persen. Tapi, saya sih yakin ini agak meningkat sedikitlah sampai 5,1 persen, ” kata Endang.

Sedangkan inflansi Provinsi Bengkulu, sebutnya, diperkirakan pada angka 3,5 hingga maksimum pada angka 4,5 persen di tahun ini.

“Inflansi kita perkirakan dalam kisaran 3,5 persen plus/minus 1, artinya kalaupun terbesar, ini akan kita jaga maksimumnya pada angka 4,5 persen,” sampainya.

Selain itu, kata Endang lagi, Pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh investor, namun kadangkala hal tersebut di gerogoti oleh biaya yaitu harga-harga. Dimana investasi yang ditanamkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

“harga-harga inilah yang memperngaruhi suatu inflansi,” ujarnya.

Dirinya optimis Provinsi Bengkulu ini ekonominya akan membaik, jika sumber daya yang ada diperhatikan oleh pemerintah pusat. Karena menurutnya, Provinsi Bengkulu ini tidak akan mampu mengolah sendiri potensi sumber daya yang ada ,tanpa adanya dorongan dan bantuan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu Anzori Tawakal mengatakan, saat ini pemerintah provinsi telah berupaya untuk menarik investor dengan berbagai kemudahan seperti pengurusan izin dan adminstarsi melalui sistem online.

Disamping itu juga, pemerintah provinsi telah melakukan proses pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan pelabuhan Pulau Baii.

“KEK ini akan segera dilounching pada bulan Mei ini saat kedatangan Presiden Jokowi ke Bengkulu. Diharapkan KEK ini akan berimplentasi dan berkontribusi untuk mendorong perekonomian Bengkulu,” sebut Anzori Tawakal.

Selanjutnya, kata Anzori lagi, pada tahun 2017 investasi Bengkulu sangat besar sekali potensinya, walaupun diakui, berdasarkan laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, realisasinya mencapai 2,8 trilliun.

“Ini menunjukan adanya indikator naiknya tingkat investasi di Provinsi Bengkulu ini,” sebut Anzori.

Begitu juga dengan ekspor komoditas menunjukan kenaikan yang signifikan, terlebih lagi saat ini telah adanya perbaikan infrastrukur startegis yang salah satunya pengembangan pelabuhan Pulau Baii, yang direncanakan menjadi gerbang ekspor diwilayah Sumatera ini.

Dengan begitu, kata Anzori lagi, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimisis ekonomi Bengkulu diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan perbaikan infrastruktur strategis pendukung, seperti Intregated Port, bandar udara, kereta api maupun akses jalan berupa pembangunan jalan Tol.

“Kita berharap ekonomi Provinsi Bengkulu akan terus tumbuh dengan kerjasama semua pihak serta adanya sinergitas pemerintah daerah bersama pemerintah pusat,” tutupnya. (red1)
 

Facebook comments

Adsense Page