Skip to main content
Kopi Bengkulu yang merupakan jenis dari robusta sudah banyak dipasarkan dalam berbagai kemasan Kopi Bengkulu yang merupakan jenis dari robusta sudah banyak dipasarkan dalam berbagai kemasan

Kopi, Bahasa Universal Persahabatan

Kota Bengkulu – Indonesia sudah sejak lama terkenal kaya hasil bumi. Dikenal sebagai penghasil rempah-rempah nomor wahid di dunia. Dewasa ini Indonesia kembali menjadi sorotan tersendiri. Kopi Indonesia telah merangsek berkompetisi dengan penghasil kopi dari negara lain. 


Di Bengkulu, Kopi sudah menjadi trend tersendiri. Penikmat kopi bukan hanya dari kalangan orang tua saja sudah merambah ke kalangan anak muda. Pertumbuhan kopi di Bengkulu yang dilakukan oleh penggiat dan komunitas kopi sudah mulai “meracuni” semua elemen. Kopi Bengkulu yang merupakan jenis dari robusta sudah banyak dipasarkan dalam berbagai kemasan. 

Walikota Bengkulu Helmi Hasan  mengatakan bahwa kopi sudah menjadi bahasa tersendiri dalam pergaulan. “kopi yang nikmat itu diminum tanpa gula disajikan bersama cemilan,” ujarnya di Balai Kota pada Senin (16/10) pagi. 

Minum kopi tanpa gula secara rutin dipercaya bisa meningkatkan energi, konsentrasi dan bisa menurunkan berat badan. Bahkan kandungan antioksidan didalam kopi membantu memelihara kesehatan jantung dan irama detak jantung.

Secangkir kopi hitam tanpa gula mengandung nol kalori, tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, kalsium dan serat.

Ditambahkannya, untuk mengenalkan kopi asli Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu akan mendukung penggiat kopi dan komunitas kopi pada acara festival Batik Besurek November mendatang. Salah satu produk kopi asli Bengkulu Ikola Koffie ikut memberikan sajian kopi secara khusus kepada Walikota Helmi Hasan.  

Sang owner (Pemilik) Ikola koffie Samsul Bahri bersama tiga orang barista (penyaji) mendemonstarsikan beberapa teknik penyajian kopi. Ada teknik “Pour Over”  menggunakan alat V60, Aeropress, Moka pot, dan teknik tradisional yakni diseduh atau biasa dikenal di Indonesia dengan kopi tubruk. 
“ Wah ini dari satu kopi yang sama kan? Kok rasanya berbeda-beda?” tanya Walikota Helmi. “ Yang membuat perbedaan rasa itu karena teknik penyajian yang dilakukan pak,” papar Samsul Bahri. Selain Walikota, juga hadir Sekda Kota Marjon, Kadis Pariwisata Kota Bengkulu Syarifudin C dan GM RBTV Dedi Wahyudi. 

Kopi ini akan disajikan sebanyak 1000 cangkir pada festival batik besurek mendatang. “ Nanti akan kita sajikan bersama kue tat dikawasan Pantai Panjang,”pungkas Walikota Helmi.
Terpisah, Samsul Bahri mengatakan bahwa yang dibawa saat ini kopi robusta dengan kualitas “Fine Robusta”. “Kopi-kopi ini kita ambil dari perkebunan Kepahiang dan rejang Lebong,” katanya.  

Produk Ikola Koffie dikelola secara ketat untuk menghasilkan kualitas premium. Dimulai dari pemilihan biji kopi, penjemuran, proses “roasting” hingga kemasan. “Kita ingin penikmat dan pecinta kopi bisa merasakan kopi Bengkulu yang terbaik,” pungkasnya. 

Facebook comments

Related News

Adsense Page