Skip to main content
Bangunan Pengaman Pantai di Pantai Panjang Bengkulu Bangunan Pengaman Pantai di Pantai Panjang Bengkulu

Diduga Demi Persekongkolan, Pokja 4 ULP Bengkulu ‘Obok-Obok’ SE Menteri PUPR

Bengkulu, tobokoto.com – Diduga demi Persekongkolan, dalam melaksanakan Tender beberapa paket Proyek Tahun Anggaran 2019 bernilai puluhan miliar rupiah di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, secara sengaja Pokja 4 ULP Bengkulu meng ‘Obok-Obok’ Surat Edaran (SE) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

      Prilaku tak terpuji Pokja 4 ULP Bengkulu itu tergambar jelas pada angka 1) dan angka 3) Surat Nomor : 218/ULP.BKL.POKJA.4/2019 tanggal 22 Pebruari 2019, dengan perihal: Jawaban Surat Sanggahan Tender pada paket pekerjaan Pembangunan Pantai Panjang Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2019 yang ditandatangani oleh Syamsul Ihwan ST selaku Ketua Pokja. Pada angka 1) Surat Jawaban Sanggahan yang juga ditembuskan kepada Kepala Unit Layanan Pengadaan Bengkulu (sebagai laporan) tersebut, Syamsul Ihwan dengan tegas mengatakan, (bahwa) Evaluasi dokumen penawaran peserta tender yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 4 (empat) ULP Bengkulu berdasarkan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/SE/M/2018 tanggal 29 Oktober 2018 tentang Pemberlakuan Standar Dokumen Metode Tender, Pascakualifikasi, Satu File, Sistem Harga Terendah.

       Jika memang benar proses Tender di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu memberlakukan Standar Dokumen Metode Tender, Pascakualifikasi, Satu File, Sistem Harga Terendah sebagaimana tertuang dalam SE Menteri PUPR, itu artinya dalam Menentukan Pemenang Pokja ULP 4 Bengkulu Wajib Berpedoman kepada BAB V Bagian Kedua Pasal 39 Ayat (4) Perpres Nomor 16 Tahun 2018, (bahwa); Metode Evaluasi Harga Terendah Digunakan Untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dalam Hal Harga Menjadi Dasar Penetapan Pemenang diantara Penawaran yang Memenuhi Persyaratan.  Tetapi ironisnya. isi SE Menteri PUPR yang berpedoman kepada Pasal 39 Ayat (4) Perpres Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana disebutkan pada angka 1) Surat Pokja ULP 4 Bengkulu itu, justru di ‘Obok-Obok’ sendiri oleh Pokja sebagaimana tertuang pada angka 3) Surat yang sama dengan menyebutkan (bahwa); Terhadap Selisih Nilai Penawaran dengan Perusahaan Pemenang Bukan Bagian dari Kriteria Evaluasi Dokumen Penawaran yang Dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilhan 4 (empat) ULP Bengkulu, yang mana Seperti Tertuang Didalam Dokumen Pemilihan ‘Pokja ULP Tidak Terikat Untuk Menetapkan Penawaran Terendah Sebagai Pemenang.

       Sementara itu menurut data yang sampai ke Redaksi tobokito.com, terkait kalimat ‘Pokja Pemilihan Tidak Terikat Untuk Menetapkan Penawaran Terendah Sebagai Pemenang yang dimaksud oleh Pokja 4 ULP Bengkulu tertuang didalam dokumen Pemilihan, adalah kalimat yang ada pada bagian akhir Surat Penawaran. “ Karena itu adalah Surat Penawaran yang secara logika Akal Sehat tentunya Ditandatangani oleh Peserta Tender, maka meski formatnya dibuat dan disiapkan oleh Pokja kemudian dimasukkan ke dalam Dokumen Tender, namun Secara Hukum Kalimat tersebut tetap merupakan Pernyataan Peserta Tender  yang tentu saja Tidak Bisa Dijadikan Dasar untuk Menentukan Pemenang Tender,” kata salah seorang mantan Ketua Bidang Perusahaan LPJK Bengkulu yang meminta untuk tak disebutkan namanya dengan alasan ‘Sungkan’ kepada para peserta tender Penawar Tertinggi yang sudah terlanjur dijadikan Pemenang.” Coba suruh Pokja (4 ULP Bengkulu) cari deh di Perpres (16/2018) atau di Peraturan LKPP, ada atau Tidak Pasal atau Ayat yang memberi Hak kepada Peserta Tender utuk ‘Mengeatur’ apalagi ‘Mendekte’ Pokja. Ada ngggak,” tambahnya.

       Fakta lain yang membuktikan Pokja 4 ULP Bengkulu ‘Menghianati’ Standar Dokumen Metode Tender, Pascakualifikasi, Satu File, Sistem Harga Terendah yang tertuang di dalam SE Menteri PUPR,  paling tidak tergambar dengan ditetapkannya dua Perusahaan yang konon kabarnya asal Jambi sebagai Pemenang, yaitu CV Putri Bayang di paket Pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Kota Bngkulu, dan CV Lisa Mulia Permai di paket pekerjaan  Pembangunan Prasarana Danau Picung Kabupaten Lebong. CV Putri Bayang dengan angka Tawaran sebesar Rp. 4.066.131.992,90 dan CV Lisa Mulia Permai sebesar Rp. 6.580041.451 adalah sama-sama Penawar Tertinggi ke Sebelas di maing-masing Paket. Artinya, untuk menetapkan dua perusahaan asal Jambi tersebut,  masing-masing ada Sepuluh Penawar Terendah yang ‘Dilibas’ oleh Pokja 4 ULP Bengkulu. Wow. Keren.(red).       

Facebook comments

Adsense Page