Skip to main content
Walikota Bengkulu Helmi Hasan saat mengisi seminar di UNIB Walikota Bengkulu Helmi Hasan saat mengisi seminar di UNIB

Di Seminar Unib, Walikota Cerita Bagaimana Membangun Kota

Kota Bengkulu - Walikota Bengkulu, Helmi Hasan hadir sebagai pembicara dalam seminar Inovasi Otonomi Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Jurusan Administrasi Negara Universitas Bengkulu, di ruang rapat utama, Rektorat, Universitas Bengkulu, Senin (30/10/2017). 

Di kesempatan itu, walikota menceritakan pengalamannya dalam memimpin Kota Bengkulu. Dari pengalaman itu, sambungnya, dia akhirnya tahu dan paham apa yang menjadi keinginan dan harapan warga Kota Bengkulu.

Untuk itu, ketika akan maju sebagai kandidat walikota 2013 lalu, ia menyusuri jalan dan gang-gang keliling Kota Bengkulu mendatangi warga, mengutuk pintu rumah warga dan mendengarkan keluhan serta harapan masyarakat. 

"Saat saya maju walikota, saya blank dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Maka saya kemudian berjalan kaki 9 jam sehari, dari rumah ke rumah untuk mencari tahu apa yang diinginkan masyarakat," kata dia.

Dari perjalanan itu, ia menyimpulkan bahwa masalah utama masyarakat adalah kemiskinan. Tak hanya itu, masyarakat juga tak bisa mengakses modal untuk menjalankan usaha agar lepas dari kemiskinan tersebut.

"Maka lahirlah pemikiran APBD untuk rakyat, karena APBD memang adalah uang rakyat," sampainya.

Untuk merumuskan APBD untuk rakyat, maka Helmi mengundang seluruh kampus dan kalangan terkait. Selanjutnya lahirlah program satu miliar satu kelurahan. Uang dari program ini dikelola oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) berpengalaman yang ada di kelurahan.

"Ternyata program ini luar biasa sekali dampaknya. Banyak masyarakat tidak bekerja bisa meningkatkan perekonomiannya," ungkapnya.

Selain Samisake, Helmi Hasan juga berinovasi dalam pembangunan infrastruktur. Misalnya pembangunan jalan, drainase hingga pembangunan rumah sakit.

"Saat kita membangun rumah sakit, kita sadar bahwa gedungnya tidak sebagus yang di Jakarta, teknologinya juga tidak secanggih yang di Jakarta. Tapi pelayanannya saya katakan tidak boleh kalah, harus lebih baik," bebernya.

Dia menambahkan, inovasi memang tidak selalu mendapatkan dukungan. Pembangunan rumah sakit di Kota Bengkulu juga sempat tak didukung oleh legislatif. Bahkan hanya dianggarkan Rp 1 miliar untuk tahap awal. 

"Kementerian Kesehatan sempat menyampaikan dana Rp 1 miliar itu untuk rumah sakit atau rumah dukun," candanya.

Saat ini, jelasnya, pemerintah kota tengah melakukan inovasi dalam perbankan. Bank Pembangunan Rakyat Syariah (BPRS) akan segera didirikan di Kota Bengkulu.

"Mudah-mudahan di tahun 2018, BPRS ini bisa berada di seluruh kabupaten yang ada di provinsi ini," paparnya.

"There is will, there is way," kata dia.

Dalan kesempatan itu, ia mengajak semua kalangan untuk melakukan inovasi. Karena tanpa inovasi semuanya akan kalah dalam persaingan.

"Inovasi harus lahir dari semua kalangan. Bila kita melakukan inovasi maka kita akan menjadi seperti bintang di langit," ungkapnya.

Dia mencontohkan inovasi yang terjadi di republik ini adalah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Maka ia mengajak untuk mengingat inovasi mobil SMK yang dilakukan oleh Jokowi.

"Inovasi ini meniru Korea yang punya mobil nasional. Inovasi itu sudah mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat," ungkapnya.

Inovasi lain yang dilakukan Jokowi, lanjutnya, adalah saat ia menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Jokowi berhasil menang melawan tokoh-tokoh nasional.

"Bahkan sampai saat ini, ia mampu menjadi presiden di republik ini," ungkapnya.

Namun, sambungnya, inovasi harus didukung oleh media. Sebab, tanpa publikasi maka inovasi tidak akan diketahui banyak orang.

"Ketika inovasi ingin terpublish maka kita harus mengajak media massa untuk bekerjasama," sampainya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi mengaku program politik walikota sangat inovatif dan dirasakan manfaatnya, seperti Misalnya ada program satu miliar satu kelurahan (Samisake) yang sangat pro rakyat. Program tersebut menurutnya sangat membantu masyarakat.

“Program samisake ini lain dari pada yang lain, sesuatu hal yang baru, keluar dari cara berpikir yang reguler,” paparnya.

Berinovasi, menurutnya, sangat penting. Namun ia berpesan, dalam melakukan inovasi pemerintah jangan sampai meninggalkan regulasi atau harus bersandar pada payung hukum.

“Banyak sekali kepala daerah yang berinovasi tapi meninggalkan regulasi,” sampainya. 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Wakil Ketua DPW PAN Bengkulu, Dempo Exler, General Manager RBTV Dedi Wahyudi dan ratusan mahasiswa jurusan Administrasi Negara Universitas Bengkulu.

Facebook comments

Related News

Adsense Page