Skip to main content
Sekda Bengkulu Tengah Edy Hermansyah Sekda Bengkulu Tengah Edy Hermansyah

Banyak ASN Ingin Tinggalkan Bupati

Bengkulu Tengah, tobokito.com – Terhitung sejak Januari 2019, banyak ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang ingin Meninggalkan Bupati Bengkulu Tengah, Ferry Ramli, dengan mengusulkan Pindah Tugas.

     Demikian diungkapkan Sekdakab (Sekretaris Daerah Kabupaten) Bengkulu Tengah, Edy Hermansyah, sebagaimana diwartakan oleh Kantor Berita RMOL Bengkulu, edisi 11 Juni 2019. 

     “ Kami sikapi dengan melihat aturan. Kalau usulan cukup banyak tapi kami tahan. Kepada (ASN) yang menghadap kami berikan pengertian. Yang pertama, bahwa mungkin beberapa orang dari mereka masa kerjanya belum memungkinkan untuk pindah,” kata Edy.

      Dia juga menjelaskan, bahwa tidak ada niat dirinya untuk mengurung(kan) usulan para ASN. Sedianya, kata Edi, syarat untuk Pindah Tugas yaitu harus memperhatikan masa kerja. Terlebih, lanjut Edi, Kabupaten (Bengkulu Tengah) yang dinahodai Ferry Ramli masih kekurangan ASN.

      “ Untuk yang lain kita pertimbangkan dengan melihat factor kebutuhan PNS. Kalau mereka masih sangat dibutuhkan di daerah ini, tidak akan kita lepas dengan pengecualian-pengecualian yang sangat tertentu,” tegas Edi.

      Ia mencontokan, seperti (misalnya) di bidang Kesehatan dan Pendidikan yang masih minim (kekurangan) ASN. “ Jadi kami berusaha untuk untuk tidak terjdi perpindaan PNS dari Benteng (Bengkulu Tengah),” ujarnya.. .

      Sementara itu, sanksi tegas akan diberikan bagi ASN Kabupaten Bengkulu Tengah yang membolos di hari pertama masuk kerja usai libur cuti lebaran. Sesuai dengan SE (Surat Edaran) Kemenpan RB (Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), tidak diperkenankan ASN menambah libur dengan alasan tertentu baik Sajit atau izin lainnya.

       “Sesuai dengan Surat Edaran Kemenpan RB, ASN sakit, izin dan cuti tidak diberlakukan tanpa adanya surat keterangan dan akan dinilai tidak masuk kerja,” kata Sekdakab Bengkulu Tengah, Edy Hermansyah.

     Dia menambahkan, bahwa  Absensi yang di kumpulkan oleh anggota Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) akan direkap untuk kemudian diserahkan ke pihak BKPSDM (Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia). Selanjutnya absensi tersebut akan dikirimkan langsung secara online ke Kementrian RB sebagai laporan terkait indisipliner ASN.

     “Pihak Kementrian yang nantinya akan memberikan sangsi ke ASN tersebut, mulai dari teguran hingga sanksi penundaan kenaikan pangkat,” jelas Edy.  Tak hanya itu, menurutnya,  Pemerintah Daerah Kabupaten)juga akan memberikan sanksi tambahan yaitu berupa pemotongan TTP (Tunjangan Tambahan Penghasilan).(red/08)

Tags

Facebook comments

Related News

Adsense Page