Skip to main content
Agusrin M Najamudin/poto bengkuluekspress con Agusrin M Najamudin/poto bengkuluekspress con

Apa Tidak Malu Bengkulu Dipimpin ‘Mantan Napi’

Bengkulu, tobokito.com – “ Selalu saya katakan, kan, saya ini mantan Napi (Narapidana). Apapun itu saya sadari saya mantan Napi. Apa tidak ada yang lain selain saya. Apa tidak malu orang Bengkulu dipimpin oleh mantan Napi. Selalu saya katakan seperti itu.”

Pernyataan yang meski berupa pengakuan jujur tetapi terkesan ‘Bombastis’ dan sempat ‘Mencengangkan’ banyak orang itu, dikemukan mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin, terkait digadang-gadangnya dia maju di Pilkada 2020 mendatang, sebagaimana diwartakan di laman Rakyat Bengkulu.com, usai takziah 100 hari meninggal ibudanya, di Bengkulu, Jumat (18/10).

Disisi lain, sebagaimana dikutif bengkuluekspress.com edisi ‘Tayang’ 19 Oktober 2019,   Agusrin menyatakan tidak akan menghalangi masyarakat yang menginginkan dia menjadi Gubernur Bengkulu. Diakui Agusrin, karena keberadaan Provinsi Bengkulu dengan ketertinggalannya selain membutuhkan seorang Pemimpin yang Berani, juga yang mampu Berkoordinasi baik itu Bupati, Walikota hingga Gubernur, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Masih menurutnya, dengan keberanian yang luar biasa saja belum tentu mampu menyusul ketertinggalan dimaksud. “ Saya tidak bisa menghalangi masyarakat yang menginginkan saya  untuk kembali memimpin Bengkulu. Pada akhirnya nanti pasti akan saya putuskan, apakah akan maju atau tidak, belum sekarang,” ujar Agusrin.

Pernyataan Agusrin yang disampaikan di tengah ‘Hiruk-pikuknya’ konstelasi politik jelang Pilkada 2020, tak ayal lagi memunculkan spekulasi pendapat di tengah masyarakat. Ada yang mengaku Salut terhadap ketokohan Agusrin yang begitu berani mengatakan ‘Kebenaran’ yang bagi orang lain bisa saja dinilainya ‘Sensitif’,  bersamaan dengan adanya sebagian masyarakat yang menginginkan ‘Dia’ maju sebagai Calon Gubernur Bengkulu.

Dilain pihak ada juga yang berspekulasi, bahwa apa yang dilakukan oleh Agusrin adalah semacam ‘Trik’ politik untuk mengukur seberapa Besar sebenarnya keinginan masyarakat yang menghendaki dia kembali memimpin Bengkulu untuk lima tahun ke depan.

Namun terlepas dari silang pendapat tersebut, menurut saya tidak ada yang salah jika Agusrin maju sebagai Calon Gubernur Bengkulu di Pilkada 2020, karena memang tidak ada Aturan yang yang ‘Melarang’. Apalagi jika majunya Agusrin memang bernar-benar dikehendaki masyarakat. Itu hak masyarakat dan itu hak Agusrin. Tidak ada yang salah,” ungkap seorang tokoh yang berulang kali meminta tak ditulis namanya, degan alasan takut dituding ‘Carmuk’ alias ‘Cari Muka’.  

Seperti diketahui, rencana Agusrin maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Balongub) Bengkulu, diketahui sudah didaftarkan oleh timnnya ke sejumlah Parpol pemilik ‘Kursi’ di DPRD Provinsi Bengkulu yang sudah membuka Penjaringan. Menurut data yang dihimpun, beberapa Parpol itu diantaranya adalah  Partai Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, Gerindra, PAN dan Demokrat.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon, saat ditanya Wartawan tentang kemungkinan Agusrin diusung kembali oleh Partai besutan SBY itu, menurut dia bisa saja terjadi.

Terlebih, Agusrin memiliki sejarah khusus dengan Parrtai Demokrat. Agusrin, selain merupakan Ketua DPD Partai Demokrat pertama di Bengkulu, juga merupakan Gubernur pertama di Indonesia dari Demokrat.

“ Tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Beliau (Agusrin) itu punya sejarah khusus dan orang tidak mungkin melupakan sejarah,” ujar Edison. (red)

Facebook comments

Adsense Page